Hipnoterapis Klinis Dra Widya Saraswati CHt-QHI menjelaskan, seorang gay atau lesbian bisa kembali menjadi heteroseksual dengan cara mengobatinya dari pikiran alam bawah sadar.
"Itu bisa dipulihkan kembali ke heteroseksual. Gay atau lesbian itu biasanya kebanyakan karena luka batin, trauma yang terjadi saat remaja," ucap Widya.
Menurut widya, adanya persoalan di pikiran dan luka di bantinnya bisa memicu seseorang memilih orientasi seks seperti gay atau lesbian.
"Misalnya, anak melihat ayah yang keras sementara ibunya tidak berdaya atau pernah di-bully di sekolah atau teman-teman mainnya," tandasnya.
Sudah sejak lama terjadi perdebatan apakah orientasi seksual merupakan pilihan atau terjadi secara alami.
Sebuah studi yang diterbitkan di Journal Investigacion Clinica, Spanyol, pada 2009, menemukan, orientasi seksual seseorang dipengaruhi genetik.
Para ilmuwan menemukan, sebanyak 27 persen sampai 76 persen kemungkinan seseorang itu menjadi gay ditentukan oleh DNA-nya. Pengaruh genetis ini lebih besar pada pria dibandingkan dengan wanita.
By : Taruhan Judi Online

No comments:
Post a Comment